Jumat, 31 Oktober 2014

TARGET KUNJUNGAN WISATA ASAL-ASALAN



     Data RPJMD tahun 2014-2019 Kota Tegal kunjungan wisata PAI Tahun 2014 sebanyak 464.599 pengunjung dan tahun 2019 sebanyak 488.705 pengunjung. Data tersebut menunjukkan target tambahan pengunjung selama 5 tahun hanya mengalami kenaikan 24.106 pengunjuk, artinya setiap tahunnya hanya mengalami kenaikan 4.821 pengunjung atau per hari hanya ada tambahan pengunjung 13 pengunjung atau wisatawan.
     PemerintahKota Tegal berencana membangun kawasan PAI menjadi Ancol Kecil yang ditaksir akan menghabiskan anggaran Rp. 140 M. Melihat kinerja Dinas Pariwisata selama ini dalam mengelola PAI belum memuaskan maka saya menyarankan kepada Pemerintah Kota untuk tidak melanjutkan membangun Ancol Mini di PAI karena hanya akan membuang-buang anggaran saja. Anggaran sebesar itu lebih baik digunakan untuk kegiatan yang lain yang lebih urgen dan bermanfaat secara langsung             guna  meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
URGENSI REGULASI PEMAKAMAN


Pemerintah kota Tegal dalam hal ini Diskimtaru perlu membuat regulasi baru yang melarang membangun makam serta memagar makam ditempat pemakaman milik pemkot Tegal. Membangun (mengkijing dengan bangunan) dan memagari makam dengan pagar besi jelas tindakan monopoli yang tidak bisa dibiarkan karena merugikan masyarakat pengguna makam lainnya.

Tindakan tersebut akan memperpendek masa usia areal pemakaman karena makam cepat penuh. Masyarakat perlu disadarkan kalau kota Tegal luas wilayahnya tidak seluas kabupaten Brebes dan kabupaten Tegal.

Makam yang dipagar dengan teralis besi telah menghambat lalu-lintas jenazah yang akan dikuburkan apalagi kalau posisinya didepan mulut pintu masuk areal pemakaman.

Rabu, 21 Mei 2014

HASIL KUNKER KOMISI III DPRD KOTA TEGAL KE KOTA TANGERANG SELATAN

  • 1 Belanja Tidak Langsung Rp. 626.544.370.551 (24,07%) dan Belanja Langsung Rp. 1.976.667.541.085 (75,93 %).
  • 2.Pelayanan Kesehatan Gratis Cukup menggunakan KTP dan betlaku bagi setiap warga tidak mampu   maupun mampu. Tidak ada kriteria antara warga tidak mampu dengan warga mampu.
  • 3.Pelayanan Pendidikan Gratis juga cukup menggunakan KTP Pemkot Tanggerang Selatan.
  • 4.Setiap Tahun Pemkot Tangerang Selatan mengadakan pemebelian tahan untuk kepentingan umum.
  • 5.Pemkot Tangerang Selatan sudah memiliki 100 Bank Sampah.
  • 6.Ruang Terbuka Hijau sudah mencapai 32,3 %. Setiap tahun ada pembangunan RTH di Kecamatan. Demikian pula di Kelurahan.

Selasa, 13 Mei 2014

KONSUMEN BERHAK TAHU ALASAN KENAIKAN TARIF


      Direktur PDAM perlu memberi penjelasan kepada masyarakat alasan menaikkan tarif air PDAM. Penjelasan tersebut sangat penting untuk menjaga transparasi menejemen dan kepercayaan masyarakat atau pelanggan mengingat PDAM adalah BUMD dimana modal dan anggaran operasionalnya berasal dari APBD.
     Penjelasan akan lebih baik lagi bila jauh-jauh sebelumnya masyarakat sudah diberi  tahu akan adanya kenaikan tarif. Masyarakat sebenarnya bisa menerima kenaikan apabila pelayanan yang diberikan  PDAM sudah maksimal atau memuaskan (pasokan air lancar setiap waktu atau sesuai yang dijanjikan PDAM).
   Kenaikanpun juga harus dilakukan secara bertahap dan tidak memberatkan konsumen, karena air bersih merupakan kebutuhan dasar  warga negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah maupun pemerintah daerah. 
     Kenaikan tarif air PDAM Kota Tegal Tahap I bulan Mei 2014 cukup memberatkan masyarakat pemakaian 1-10 m3 Rp. 2.600 sementara lebih dari 10 m3 Rp. 4.680.

Minggu, 12 Januari 2014






BONGKAR TOTAL DAN BANGUN KEMBALI JALAN TEMBUS Jl.SRITI-ARUM 




     Kepala Dinas PU harus minta pada rekanan untuk bongkar total dan bangun kembali dengan spek yang benar jalan tembus Jl. Sriti – Jl.Arum di Kelurahan Randugunting.
     Sangat disayangkan,jalan baru dibangun dan masih dalam masa pemeliharaan tapi sudah rusak berat. Rekanan harus bertanggungjawab untuk bangun ulang dengan spek yang benar. Saya berpendapat proses pemadatan tidak sesuai dengan prosedur teknis yang benar sehingga mudah amblas. Perbandingan campuran pasir dan semen  boleh jadi juga tidak sesuai dengan spek yang ada sehingga dinding maupun lapisan atas sudah pecah-pecah dan ambrol.
     Kedepan DPU harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap semua proyek fisik dari awal hingga akhir pekerjaan untuk menghindari  pembangunan proyek yang asal jadi.
PUTIHKAN ABONDEMEN REKENING PDAM KARENA TIDAK ADA AIR YANG DINIKMATI



     Hampir sebagian besar pelanggan PDAM yang tidak dapat jatah air berbulan-bulan bahkan bertahun tahun menginginkan dibebaskan abondemennya karena mereka sama sekali tidak mendapatkan air.
     Alasan mereka cukup realitis dan mereka tidak bisa disalahkan. PDAM lah yang salah kenapa para pelanngan banyak yang tidak dapat jatah air. Tidak sedikit para pelanggan PDAM karena tidak dapat jatah air dari PDAM yang beli air dorongan.

     Dalam Kondisi yang demikian PDAM masih saja menerima permintaan pemasangan sambungan baru. Kebijakan tersebut justru memperparah keadaan pelayanan PDAM kepada masyarakat pelanggan.

Dampak dari kebijakan tersebut tidak sedikit pelanggan yang akhirnya memutus sambungan karena kesal dan membebani pengeluaran bulanan.

     Tidak sedikit para pelanggan yang mengambil sikap tidak mau bayar abondemen. Sikap para pelanggan direspons oleh PDAM dengan cara pencabutan atau pembongkaran meteran pelanggan, seperti yang terjadi di Jl. Banyar Kel. Tegalsari dan Jl. Arum Blok B Kel. Randugunting.

     Saya berharap PDAM mengeluarkan kebijakan untuk melakukan pemutihan tunggakan abondemen yang sudah bertahun tahun sebagai protestan pelanggan karena tidak ada air PDAM yang mereka nikmati.

Sabtu, 11 Januari 2014



PENGEMBANG PERUMAHAN ARUM BLOK B HARUS BERTANGGUNGJAWAB


      Pengembangan Perumahan di Arum Block B Kel. Randugunting harus bertanggungjawab atas luapan banjir di Jl. Arum Blok B 6 RT 2 RW 10 Kel. Randugunting . Penyebab banjir diantaranya karena ada pemasangan gorong-gorong oleh pengembang disaluran exciting sehingga saluran tersebut lebarnya bertambah sempit. Lebar asli saluran exciting 76 cm sementara gorong-gorong yang dipasang berdiameter 41 cm .

      Kerusakan yang ditimbulkan oleh pembangunan perumahan di Jl. Arum Blok B oleh Pengembangan Perumahan tersebut adalah rusaknya jalan dan menyempitnya saluran disebelah timur jalan. Saluran disebelah kiri jalan tersebut mengalami penyempitan akibat tertekan berat beban truk proyek yang lalu lalang di jalan tersebut saat mengangkut material bangunan dan urugan tanah.
    Kondisi saluran disebelah timur jalan tersebut sekarang diganjal dengan balokan balokan kayu agar saluran tidak hancur.
 Pemerintah kota Tegal harus minta pertanggungjawaban Pengembangan Perumahan di Jl. Arum Blok Bab tersebut agar menormalkan saluran exciting yang melintang jalan tetsebut juga memp erbaiki kerusakan jalan dan saluran dipinggirkan jalan tersebut.